Amrullah Amir
Sejarahwan dan akademisi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Sejarah sekaligus Dosen di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin. Ia juga merupakan founder Arsip Timur. Ia menamatkan pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin, magister di Universitas Gadjah Mada, dan meraih gelar Doktor (Ph.D.) bidang Sejarah dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Fokus kajiannya banyak bersinggungan langsung dengan sejarah lingkungan serta tatanan sosial masyarakat. Sepanjang tahun 2023 hingga awal 2024, ia bertindak sebagai peneliti tamu (Fellow Researcher) di KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies di Leiden, dengan fokus riset mengenai sejarah perburuan satwa liar di Sulawesi Selatan pada periode 1600-1950 (Deer Hunting In South Celebes). Selain itu, ia juga terlibat dalam penelitian Improving the detection of emerging zoonotic pathogens in forest fringe populations: can we achieve high quality spatio-temporal sampling? kerja sama dengan UK Research and Innovation-Southeast Asia Collaboration on Infectious Diseases 2025. Ia juga menulis bab buku Wabah dalam Perang Makassar dalam antologi Bhumisodana: Ekologi dan Bencana dalam Cermin Budaya Nusantara pada tahun 2020.
E-mail: uto.amrullah.amir@gmail.com
Muhammad Darwan
Mahasiswa pascasarjana Ilmu Sejarah di Universitas Hasanuddin. Latar belakang pendidikan sarjana di institusi yang sama. Ia turut aktif melakukan riset di lembaga Arsip Timur. Minat akademiknya banyak bersinggungan dengan sejarah kesehatan ekologis dan ketahanan pangan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Barat. Rekam jejak penelitiannya memperlihatkan relevansi dengan tema sejarah lingkungan. Kajian mengenai panganan lokal di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mendokumentasikan cara masyarakat masa lampau memanfaatkan serta beradaptasi dengan sumber daya alam setempat. Fokus penelitian yang sedang dikerjakan saat ini menelusuri riwayat penyakit malaria di Sulawesi Selatan. Penelusuran wabah tersebut menawarkan sudut pandang sejarah mengenai interaksi antara perubahan bentang alam, kondisi ekosistem, dan dampak lingkungan terhadap kesehatan manusia.
E-mail: muhammaddarwan0300@gmail.com
Tirstan Anugerah Ranus
Lulusan sarjana Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin, dan kini sedang melanjutkan pendidikan magister pada institusi yang sama dengan fokus utama pada sejarah lingkungan. Ia juga aktif dalam melakukan riset di Arsip Timur. Riset magisternya membedah pengelolaan hutan di Toraja dari masa ke masa beserta dampak intervensi aturan tersebut terhadap perubahan lanskap alam. Ketertarikan pada relasi manusia dan ruang ekologis turut terwujud melalui penulisan artikel bertema “Pangan Lokal, Identitas Kita” untuk Buletin Somba Opu Vol. 27 No. 31 Tahun 2025 terbitan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX. Karya tulis tersebut menyoroti kaitan erat antara pemanfaatan sumber daya alam sekitar dan pembentukan identitas budaya masyarakat.
E-mail: trstnar@gmail.com
Ahmad Wahyudi Burhanuddin
Lulusan sarjana Sejarah Universitas Hasanuddin, dan kini sedang menempuh pendidikan magister Sejarah di Universitas Hasanuddin. Saat ini juga menjadi bagian dari Arsip Timur. Ketertarikannya mencakup kajian sejarah sosial, budaya, serta lingkungan di wilayah Sulawesi Selatan. Penelitian yang telah dilakukan mencakup kajian tentang perkembangan Vespa di Kota Makassar sebagai bagian dari budaya urban dan riset dokumenter mengenai Maestro A’rate’ di dataran tinggi Kabupaten Gowa yang menyoroti praktik kesenian lokal. Penelitian lain yang sedang berlangsung mengkaji peran kuda di Sulawesi Selatan pada masa kolonial.
E-mail: ahmdyudi12@gmail.com
Arkham Syaifullah Mannan
Menempuh pendidikan bidang sejarah di Universitas Hasanuddin sejak jenjang sarjana hingga magister. Ketertarikannya pada kajian sejarah menghubungkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan di Sulawesi. Dalam aktivitas riset, ia terlibat dalam penelitian mengenai gerakan DI/TII di bawah Kahar Muzakkar dengan fokus pada sektor pertanian sebagai bagian dari strategi bertahan. Ia juga berkontribusi dalam penyusunan film dokumenter tentang Maestro A’ Rate’ di Kabupaten Gowa yang merekam praktik kesenian lokal. Saat ini, ia tengah mengkaji eksplorasi potensi tambang di kawasan Midden-Celebes dengan menyoroti pemanfaatan sumber daya alam dalam konteks sejarah.
E-mail: arkhamsyaifullah@gmail.com
Nur Halizah
Mahasiswa pascasarjana Sejarah di Universitas Hasanuddin. Studi sarjana sebelumnya juga Ilmu Sejarah di institusi yang sama. Minat kajiannya mencakup ketahanan pangan, budaya komunitas adat, serta sejarah kesehatan masyarakat di Sulawesi Selatan. Penelitian yang pernah dikerjakan adalah Ritual Appalili dan Kattobokko merekam praktik Komunitas Adat Kakaraengan Marusu di Maros dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus merawat keseimbangan dengan alam. Penelitian yang sedang dikerjakan saat ini mengenai perkembangan fasilitas kesehatan di Sulawesi Selatan dengan menyoroti keterkaitan antara infrastruktur kesehatan umum, kondisi lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat.
E-mail: nurhalisahusain19@gmail.com
Indo Alang
Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin (2022 – sekarang) yang sedang aktif mengembangkan kapasitas diri sebagai seorang penulis dan jurnalis. Selain pada bidang kajian sejarah, ia juga memiliki ketertarikan pada bidang kebudayaan dan komunikasi publik. Ia pernah menjadi penerima pendanaan PKM-RSH, finalis berbagai kompetisi nasional, serta pemateri pada forum internasional di Malaysia. Saat ini terlibat dalam kerja-kerja penelitian, redaksi, dan pengembangan komunitas, dengan fokus pada sejarah, budaya, media, dan pengembangan masyarakat. Salah satu penelitian yang sedang dikerjakan adalah irigasi di Polewali Mandar pada masa kolonial Belanda.